Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

JURNAL DWI MINGGUAN MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI-MODEL REFLEKSI 4C


Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi melalui alur MERDEKA 
  • Mulai dari diri 
  • Eksplorasi konsep
  • Ruang kolaborasi
  • Demonstrasi kontekstual
  • Elaborasi pemahaman
  • Koneksi antar materi
  • Aksi nyata
Mulai dari Diri
CGP melakukan refleksi terhadap pengalaman pribadi saat bersekolah dulu, terkait dengan bagaimana tindakan gurunya di masa lalu membantu dirinya belajar dengan yang lebih baik.

Eksplorasi Konsep
CGP mengeksplorasi materi-materi berikut ini:
  1. Pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar semua murid;
  2. Pengertian pembelajaran berdiferensiasi dan alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi diperlukan;
  3. Kebutuhan belajar murid yang berbeda dan konsekuensinya dalam proses pembelajaran;
  4. Penerapan diferensiasi konten, proses, dan produk dalam pembelajaran;
  5. Peran Penilaian dalam Pembelajaran Berdiferensiasi.
Ruang Kolaborasi
CGP akan melakukan kerja kelompok untuk membaca, mendiskusikan dan kemudian menganalisis beberapa skenario implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan melakukan refleksi kolaboratif dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pemandu yang tersedia.

Demonstrasi Kontekstual
CGP akan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi.

Elaborasi Pemahaman
CGP akan mengelaborasi pemahaman tentang pembelajaran berdiferensiasi dengan membuat pertanyaan-pertanyaan yang akan dielaborasi bersama instruktur.

Koneksi Antarmateri
CGP akan membuat sintesa pemahaman dengan mengkoneksikan semua materi yang telah dipelajari sebelumnya untuk menjelaskan pemahamannya tentang pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana mengimplementasikannya.

Aksi nyata
CGP akan mengimplementasikan dan melakukan refleksi terhadap implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas.

Adapun model jurnal refleksi yang akan saya tulis adalah Model 4C : Connection, challenge, concept, change (4C)

Model ini dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011). Model ini cocok untuk
digunakan dalam merefleksikan materi pembelajaran. Ada beberapa pertanyaan kunci yang menjadi
panduan dalam membuat refleksi model ini, yaitu:
  1. Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak?
  2. Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini?
  3. Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak?
  4. Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini?

Connection

Pada awal kegiatan Modul 2 ini adalah dengan mengerjakan pretes terlebih dahulu dengan batas waktu pengerjaan selama 60 menit pre tes dibuka pukul 09.00 sampai dengan pukul 23.59 CGP dapat melaksanakan pretes sesuai dengan waktu luang yang didapatkan.

Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid. 

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:
  1. Tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas.
  2. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid
  3. Lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar.
  4. Manajemen kelas yang efektif.
  5. Penilaian berkelanjutan.
Tomlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek. 

Ketiga aspek tersebut adalah:
  1. Kesiapan belajar (readiness) murid
  2. Minat murid
  3. Profil belajar murid
Sebagai guru, kita semua tentu tahu bahwa murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar). 

Jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang murid (minat), dan jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar).

Dalam implementasinya pembelajaran berdiferensiasi dapat dilaksanakan melaui 3 tahap yaitu proses, konten dan produk.

Keterkaitan materi pada Modul 2.1 ini erat sekali kaitannya dengan peran CGP dalam kegiatan sehari-hari ketika proses pembelajaran di kelas. 

Bagaimana cara pemetaan kebutuhan murid berdasarkan kekuatan yang ada dalam diri murid sehingga dengan adanya pembelajara berdiferensiasi ini tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Challenge

Setelah mempelajari Modul 2.1 ini ada beberapa hal yang dapat saya rasakan yang mungkin berbeda dengan yang selama ini saya laksanakan di kelas terhadap murid pada saat kegiatan pembelajaran.

Pemetaan kebutuhan murid berdasarkan 3 aspek yaitu 1). Kesiapan belajar murid 2). Minat murid dan 3). Profil murid.

1. Kesiapan Belajar (Readiness)

Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman mereka dan memberikan mereka tantangan,  namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi atau keterampilan baru tersebut.  Ada banyak cara untuk membedakan kesiapan belajar. 

Tomlinson (2001: 46) mengatakan bahwa merancang pembelajaran mirip dengan menggunakan tombol equalizer pada stereo atau pemutar CD. Untuk mendapatkan kombinasi suara terbaik, biasanya Anda akan menggeser-geser tombol equalizer tersebut terlebih dahulu.

2. Minat Murid

Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri.

Tomlinson (2001: 53), mengatakan bahwa tujuan melakukan pembelajaran yang berbasis minat, diantaranya adalah sebagai berikut:                 
  • membantu murid menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan kecintaan mereka sendiri untuk belajar;
  • mendemonstrasikan keterhubungan antar semua pembelajaran;
  • menggunakan keterampilan atau ide yang dikenal murid sebagai jembatan untuk mempelajari ide atau keterampilan yang kurang dikenal atau baru bagi mereka, dan;
  • meningkatkan motivasi murid untuk belajar.

3. Profil Belajar Murid

Profil Belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar. Tujuan dari mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan efisien. 

Namun demikian, sebagai guru, kadang-kadang kita secara tidak sengaja cenderung memilih gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajar kita sendiri.  Padahal kita tahu setiap anak memiliki profil belajar sendiri. Memiliki kesadaran tentang ini sangat penting agar guru dapat memvariasikan metode dan pendekatan mengajar mereka. 

Concept

Konsep-konsep penting yang akan saya pelajari lebih lanjut dan terus dilaksanakan dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah:
  • Berpusat kepada murid, pembelajaran dilaksanakan dengan pemetaan kebutuhan murid yang berbeda-beda sebagai usaha dalam memahami murid
  • Pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapan diferensiasi konten, proses dan produk 
  • Penilaian berjenjang (Tier Assesment) penilaian dengan sesuai kemampuan murid.

Change

Setelah mempelajari materi Modul 2.1 pembelajaran berdiferensiasi ini saya akan melakukan perubahan pada proses pembelajaran di kelas saya dengan penerapan pembelajaran yang berdiferensiasi.

Karena selama ini saya merasa belum sepenuhnya melaksanakan pembelajaran dengan pemetaan kebutuhan murid melalui pembelajaran berdiferensiasi.

Melalui pelatihan di modul ini ternyata masih banyak hal yang harus saya pelajari dan benahi dalam proses pembelajaran yang sering dillaksanakan di kelas.

Untuk itu melalui pendidikan Calon Guru Penggerak ini saya merasa bersyukur karena melalui pembelajaran pada setiap modul akan selalu bermakna baik untuk kompetensi diri maupun penerapannya di sekolah khususnya pada kelas yang saya ampu.

Akhir kata dalam tulisan jurnal modul 2.1 ini saya ucapkan terimakasih kepada narasumber Fasilitator Pengajar Praktik yang telah membersamai saya dalam pelatihan CGP ini.

Sampai bertemu di modul selanjutnya.

Salam dan Bahagia
Ruslan
Ruslan Seseorang yang suka menulis dikala senggang, hobi makan bakso dan suka ngajak jalan-jalan istri