Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

2.2.a.3. Mulai dari Diri - Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional-Refleksi Kompetensi Sosial dan Emosional


Refleksi Kompetensi Sosial dan Emosional

Tujuan Pembelajaran Khusus: 

CGP merefleksikan kompetensi sosial dan emosional dirinya maupun murid.

Pada kegiatan Modul 2.2 ini CGP ditugaskan untuk merefleksikan pengalaman  berkaitan dengan kompetensi sosial dan emosional, baik diri sendiri maupun murid.

Pertanyaan pemantik

Selama menjadi pendidik, Anda tentu pernah mengalami sebuah peristiwa yang dirasakan sebagai sebuah kesulitan, kekecewaaan, kemunduran, atau kemalangan, yang akhirnya membantu Anda bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya

a. Apa kejadiannya, kapan, di mana, siapa yang terlibat, apa yang membuat Anda memilih merefleksikan peristiwa tersebut, dan bagaimana kejadiannya?

Pada awal tahun 2021 ketika diberlakukannya pembelajaran dari rumah sesuai dengan surat edaran dari Kemdikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan yang mana kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring.

Yang terlibat dalam peristiwa tersebut adalah guru dengan murid. Yang membuat saya merefleksikan peristiwa ini adalah karena pada saat itu, saya merasa kesulitan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring yang mana sebagian besar siswa kelas V tidak mempunyai HP Android sebagai salah satu alat kegiatan belajar secara daring. Sehingga sebagian siswa tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring.

Pada suatu waktu saya mencoba untuk mengunjungi setiap murid untuk membagikan lembar tugas kegiatan pembelajaran. Karena lokasi rumah setiap murid berjauhan dan tidak dapat dilalui dengan kendaraan roda dua, karena lokasinya perbukitan. Untuk dapat mengunjungi 5 siswa saja menghabiskan waktu seharian.

b. Bagaimana Anda menghadapi krisis tersebut (coping)? Bagaimana  Anda dapat bangkit kembali (recovery) dan bertumbuh (growth) dari krisis  tersebut?

Setelah saya mencoba untuk mengunjungi murid yang tidak bisa belajar secara daring, ternyata membutuhkan waktu lama dan menguras tenaga, akhirnya saya mencoba mendiskusikan hal tersebut kepada kepala sekolah dan rekan guru lainnya untuk memberikan solusi dari apa yang saya alami.

Setelah saya berdiskusi dengan kepala sekolah, dan rekan guru akhirnya saya mendata kembali siswa yang mempunya HP android dan yang tidak mempunyai HP tersebut yang berdekatan, sehingga dibentuk kelompok sesuai dengan jarak yang paling dekat.

Gambarkan diri Anda setelah melewati krisis tersebut.
  • Apa hal terpenting yang telah Anda pelajari dari krisis tersebut?
  • Bagaimana dampak pengelolaan krisis tersebut terhadap diri Anda dalam menjalankan peran sebagai pendidik?
Hal terpenting yang saya pelajari dari kejadian tersebut bahwa setiap guru harus terus berinovasi dalam berbagai cara agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang optimal sesuai dengan kondisi dan perubahan zaman.

Dampak dari pengelolaan kejadian tersebut adalah dari setiap kesulitan yang kita alami akan ada suatu jalan yang kita temukan asalkan kita terus berusaha dan mencari solusi baik dari pimpinan rekan kerja maupun dari sumber lainnya.

Sebagai pendidik, Anda tentu pernah bertemu murid yang memiliki pemahaman diri, ketangguhan, atau kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Setujukah Anda bahwa faktor-faktor tersebut membantu ia menjalani proses pembelajaran dengan lebih optimal di sekolah? Jelaskan jawaban Anda dengan bukti atau contoh yang mendukung.

Setuju, pada saat proses pembelajaran di sekolah siswa dengan pemahaman diri, ketangguhan, dan membangun hubungan positif dengan orang lain yakni rekannya dengan adanya faktor tersebut akan membawa atmosfer positif di lingkungan kelas sehingga siswa lain akan meniru dan mengikutinya .

Salah satu contohnya pada saat diskusi kelompok, siswa tersebut akan lebih dominan dalam hal positif untuk membantu rekan siswa lainnya dalam hasil diskusi kelompoknya.

Dari kedua refleksi di atas, apa yang dapat Bapak/Ibu simpulkan tentang hubungan antara kompetensi sosial dan emosional dengan keberhasilan dalam pengelolaan krisis Anda dan pembelajaran murid Anda?

Pembelajaran sosial emosional adalah proses mengembangkan keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk memperoleh kompetensi sosial dan emosional sebagai modal murid dalam berinteraksi dengan dirinya, orang lain dan lingkungan sekitar.

Berdasarkan kedua refleksi tersebut hubungan antara kompetensi sosial dan emosional erat kaitannya dengan keberhasilan dalam pengelolaan suatu krisis dalam melaksanakan pembelajaran kepada murid

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apa yang Anda harapkan untuk pembelajaran selanjutnya ?
Silahkan kemukakan  Harapan bagi diri sendiri ?

Harapan saya tentunya sebagai seorang pendidik dapat menuntun murid sesuai kodratnya agar tercapai kebahagiaan yang setinggi-tingginya, dengan selalu berusaha menciptakan kegiatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa sehingga menjadi masnusia seutuhnya sesuai dengan profil pelajar pancasila dengan nilai-nilai kebaikan yang akan tumbuh pada diri siswa.

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apa yang Anda harapkan untuk pembelajaran selanjutnya ?
Silahkan kemukakan  Harapan bagi murid-murid Anda ?

Harapan saya bagi murid-murid adalah, terpenuhihanya kebutuhan belajar mereka dengan usaha-usaha yang saya laksanakan sesuai dengan apa yang saya pelajari dari setiap modul, seperti budaya positif, pemenuhan belajar murid yaitu Kesiapan belajar (readiness) murid, minat murid dan Profil belajar murid.


Post a Comment for "2.2.a.3. Mulai dari Diri - Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional-Refleksi Kompetensi Sosial dan Emosional"